Efek Samping Dexamethasone jika Diminum Terlalu Lama

Efek Samping Dexamethasone jika Diminum Terlalu Lama

Efek Samping Dexamethasone jika Diminum Terlalu Lama – Dexamethasone merupakan obat golongan kortikosteroid yang sering dokter resepkan untuk mengatasi peradangan, reaksi alergi berat, hingga gangguan autoimun. Dalam kondisi tertentu, dokter juga memanfaatkannya untuk menekan respons imun. Namu, di balik manfaat tersebut, penggunaan Dexamethasone dalam jangka panjang menyimpan risiko efek samping yang tidak boleh di anggap sepele. Oleh karena itu, dokter selalu menekankan pentingnya pengawasan medis saat mengonsumsi obat ini.

Cara Kerja Dexamethasone di Dalam Tubuh

Dexamethasone bekerja dengan meniru hormon kortisol yang di produksi kelanjar adrenal. Hormon ini berperan penting dalam mengatur peradangan, metabolisme, serta respos tubuh terhadap stres. Ketika seseorang mengonsumsi Dexamethasone terlalu lama, tubuh dapat mengurangi produkusi kortisol alaminya. Akibatnya, keseimbangan hormon terganggu dan memicu berbagai masalah kesehatan.

Selain itu, penggunaan jangka panjang membuat tubuh bergantung pada obat. Jika sesorang mengentikannya secara mendadak, gejala putus obat dapat muncul dan membahayakan kaondisi pasien.

Efek Samping Fisik yang Perlu Diwaspadai

Salah satu efek samping yang paling sering muncul adalah kenaikan berat badan. Dexamethasone dapat meningkatkan nafsu makan dan menyebabkan penumpukan lemak, terutama di wajah, leher, dan perut. Kondisi ini sering di kenal sebagai moon face.

Tidak hanya itu, obat ini juga dapat meningkatkan kadar gula darah. Oleh sebab itu, pasien dengan diabetes perlu pengawasan ketat karena risiko gula darah melonjak semakin besar. Dalam jangka panjang, Dexamethasone juga dapat melemahkan tulang dan memicu osteoporosis, sehingga risiko pata tulang meningkat.

Lebih lanjut, penggunaan lama bisa menurunkan daya tahan tubuh. Akibatnya, pasien menjadi lebih mudah terserang infeksi, bahkan dari kuman yang sebelumnya tidak berbahaya.

Dampak Dexamethasone pada Kesehatan Mental

Selain efek fisik, Dexamethasone juga memengaruhi kondisi psikologis. Beberapa pasien melaporkan perubahan suasana hati, seperti mudah marah, cemas, atau sulit tidur. Pada kasus tertentu, penggunaan jangka panjang dapat memicu depresi atau gangguan emosi. Dokter menilai efek ini muncul karena kortikosteroid memengaruhi kerja neurotransmiter di otak. Oleh karena itu, setiap perubahan perilaku selama mengonsumsi Dexamethasone perlu segera di konsultasikan agar penanganan dapat di lakukan lebih cepat.

Risiko Jika Dihentikan Tanpa Pengawasan Dokter

Banyak orang masih menganggap aman menghentikan Dexamethasone secara tiba tiba. Padahal, kebiasaan ini justru berbahaya. Ketika tubuh sudah terbiasa menerima kortikosteroid dari luar, penghentian mendadak dapat menyebabkan kelelahan ekstrem, tekanan darah turun, hingga gangguan serius pada kelenjar adrenal.

Karena itu, dokter biasanya menurunkan dosis secara bertahap. Langkah ini membantu tubuh menyesuaikan diri dan kembali memproduksi hormon kortisol secara alami.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Dokter menyarankan pasien segera berkonsultasi jika muncul keluhan tidak biasa, seperti pembengkakan, kenaikan berat badan drastis, nyeri tulang, atau perubahan emosi yang signifikan. Selain itu, pemeriksaan rutin juga penting untuk memantau tekanan darah, kadar gula, serta kesehatan tulang.

Sebagai penutup, Dexamethasone memang memberikan manfaat besar bila di gunakan sesuai indikasi medis, penggunaan terlalu lama tanpa pengawasan dapat menimbulkan berbagai efek samping serius. Oleh sebab itu, selalu ikuti anjuran dokter dan jangan mengonsumsi obat ini sembarangan demi menjaga kesehatan jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *