Viral Minum Air Es usai Makan Berlemak Bikin Gampang Gendut

Viral Minum Air Es usai Makan Berlemak Bikin Gampang Gendut

Viral Minum Air Es usai Makan Berlemak Bikin Gampang Gendut – Fenomena minum air es adalah menyantap makanan berlemak kembali ramai di media sosial. Banyak warganet percaya kebiasaan ini membuat lemak “membeku” di tubuh sehingga berat badan cepat naik. Namun, benarkan klaim tersebut? Dokter gizi akhirnya angat bicara dan menjelaskan fakta ilmiahnya secara lugas.

Asam Mula Mitos Minum Air Es Bikin Gendut

Isu ini berawal dari unggahan yang menyebut lemak akan mengeras ketika bertemu suhu dingin. Akibatnya, lemak sulti di cerna dan menumpuk sebagai cadangan energi. Narasi ini terdengar logis bagi sebagian orang, sehingga cepat menyebar. Padahal, tubuh manusia memiliki sistem pencernaan yang bekerja pada suhu stabil, bukan mengikuti suhu minuman yang masuk.

Penjelasan Dokter Gizi tentang Proses Pencernaan Lemak

Dokter Gizi menegaskan bahwa tubuh mencerna lemak melalui empedu dan enzim lipase di usus halus. Proses ini berlangsung pada suhu tubuh sekitar 36-37 derajat Celcius. Saat seseorang minum air es, suhu dingin hanya bertahan singkat di mulut dan kerongkongan. Setelah itu, tubuh segera menyesuaikan suhu minuman agar kembali normal. Dengan kata lain, air es tidak membuat lemak membeku di dalam tubuh.

Selain itu, lambung secara alami menghangatkan makanan dan minuam. Karena mekanisme ini, klaim bahwa air es mengunci lemak tidak memiliki dasar ilmiah.

Baca Juga: Bahaya Penyakit Gusi

Apakah Air Es Berpengaruh pada Berat Badan?

Air es sendiri tidak mengandung kalori. Bahkan, tubuh memerlukan sedikit energi untuk menyesuaikan suhu air es hingga sama dengan suhu tubuh. Namun, efek ini sangat kecil dan tidak signifikan untuk menurunkan atau menaikan berat badan.

Kenaikan berat badan lebih di pengaruhi oleh total asupan kalori dan pola makan harian. Jika seseorang sering mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula tanpa mengimbangi aktivitas fisik, berat badan tentu meningkat. Air es bukan penyebab utamanya.

Mengapa Minum Air Es Terasa Tidak Nyaman usai Makan Berlemak?

Sebagian orang merasa kembung atau tidak nyaman saat minum air es setelah makan berat. Kondisi ini biasanya terjadi karena perut sedang bekerja mencerna makanan berlemak yang memang membutuhkan waktu lebih lama. Air dingin dapat memicu kontraksi lambung sementara, sehingga muncul rasa tidak nyaman. Meski begiut, kondisi ini bersifat sementara dan tidak berbahaya.

Tips Sehat usai Makan Berlemak Menurut Ahli Gizi

Agar pencernaan tetap optimal, dokter gizi menyarankan beberapa langkah sederhana. Pertama, minum air putih suhu ruang jika perut sensitif. Kedua, perbanyak asupan serat dari sayur dan buah untuk membantu pencernaan lemak. Ketiga, batasi porsi makanan berlemak dan pilih lemak sehat seperti dari ikan, alpukat, kacang kacangan. Terkahir, lakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki setelah makan untuk membantu metabolisme.

Kesimpulan: Fakta Lebih Penting daripada Mitos

Kesimpulannya, minum ari es setelah makan berlemak tida membuat sesorang gampang gendut. Kenaikan berat badan bergantung pada keseimbangan antara asupan kalori, kualitas makanan, dan aktivitas fisik. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih kritis menyaring informasi viral di media sosial. Dengan memahami fakta dari dokter gizi, kita bisa menerapkan pola hidup sehat tanpa rasa khawatir berlebihan.